INVESTASI HARUS DIJAUHI KARENA MENIMBULKAN BANYAK KERUGIAN?
Mengapa investasi disebut merugikan? Memang.. Perlu diketahui apakah akan selalu merugikan untuk dilakukan?  Jawabannya Tidak. Investasi merupakan kegiatan yang sangat menguntungkan apabila memperhatikan aspek aspek dasar dan teknis ketika akan maupun saat melakukan investasi.

1. Legalitas Penyedia Fasilitas Investasi
Aspek pertama, pentingnya memilih penyedia fasilitas investasi perlu diperhatikan. Banyak diluar sana yang memberikan iming iming keuntungan tanpa memberikan pemahaman tentang resiko dalam dunia investasi. Legalitas penyedia fasilitas investasi merupakan hal mendasar yang dapat digunakan untuk acuan calon investor untuk mulai menghubungi pihak penyedia investasi, dan hingga akhirnya melakukan kegiatan investasi.

Regulasi dan Batasan sudah diatur didalam Undang Undang, serta telah diawasi oleh badan pemerintah. Lembaga yang menjadi pengawas dalam kegiatan investasi yang dibentuk pemerintah adalah BAPPETI ( Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Lembaga ini berugas untuk melakukan pengawasan dan pengaturan kegiatan investasi bidang komoditi di Indonesia. BAPPETI merupakan lembaga resmi pemerintah yang beroperasi dibawah Kementrian Perdagangan RI, terhubung dengan BI, OJK, KOMINFO, dan Lembaga hokum di Indonesia.

Kegiatan Investasi akan terasa lebih mudah, dan terjamin keamanannya apabila calon investor memahami dan mencari tahu legalitas penyedia fasilitas investasi.

2. Literasi calon investor
Aspek kedua merupakan Literasi dasar calon investor. Hal hal dasar yang perlu diketahui sebelum memulai investasi adalah Risiko, Stabilitas, Keuntungan, Transparan, & Diversifikasi.

Risiko
Berinvestasi memiliki perbedaan mendasar dibandingkan sekadar menabung uang di bank. Investasi memiliki risiko kehilangan uang. Maka itu, sebelum berinvestasi, perlu hukumnya untuk menimbang faktor risiko. Ketahui profil risiko Anda dan seberapa jauh toleransi Anda menghadapi penurunan modal atau hasil investasi.

Stabilitas & Emosi
Setelah mengetahui profil risiko,  apakah Anda seorang konservatif, moderat atau agresif, maka penting juga untuk menimbang stabilitas sebuah produk investasi yang Anda pilih. Nyamankah Anda dengan fluktuasi pasar yang tajam? Atau, Anda sebenarnya lebih senang menempatkan investasi dengan keuntungan sedang tetapi stabil. Itu semua akan terjawab ketika Anda mengetahui profil risiko dan produk yang tepat.

Keuntungan
Hukum investasi tidak berubah: high risk, high return. Semakin tinggi peluang untung, semakin tinggi pula risiko Anda buntung. Maka itu, pastikan Anda mengetahui potensi keuntungan dari sebuah produk investasi. Hindari tawaran investasi yang menjanjikan untung terlalu bombastis. Ingat selalu hukum investasi tersebut.

Transparan
Pilihlah pengelola investasi yang memberikan kemudahan penarikan modal investasi, sekaligus biaya penarikan yang rendah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keterbukaan dalam bertransaksi dimana sesuai dengan peraturan yang berlaku, bahwa kegiatan investasi dipegang sepenuhnya oleh nasabah dan tidak dikelola oleh pihak ke 3 (pihak perusahaan penyedia layanan kegiatan investasi). Kewajiban Penyedia Layanan Investasi hanyalah menjembatani dan memberikan dorongan maupun edukasi antara nasabah dengan produk yang nasabah pilih.

Diversifikasi
Dalam berinvestasi pastikan Anda memegang prinsip penting ini: jangan tempatkan telur di dalam satu wadah saja. Sebarlah investasi Anda di berbagai produk dengan beragam tingkat risiko. Ini adalah cara tepat untuk mengatur risiko investasi dan mengoptimalkan hasil.3.  Eksekusi
Setelah memahami semua aspek diatas, hal terakhir adalah segera mulai investasi anda. Ada beberapa hal yang perlu digaris  bawahi bahwa jika memulai investasi adalah tidak menggebu gebu untuk menikmati keuntungan semata karena kenyatannya pasti ada titik dimana kerugian itu muncul namun apabila bijak dalam menangani permasalahan tersebut, pasti sangat gampang menutup kerugian tersebut dengan keuntungan yang didapat dikemudian harinya.